Ketika Engkau Bersembahyang
Membuat kegelapan terbuka matanya Setiap doa dan pernyataan pasrah
Membentangkan jembatan cahaya
Kemudian mim sujudmu menangis
Di dalam cinta Allah hati gerimis
Sujud adalah satu-satunya hakekat hidup
Karena perjalanan hanya untuk tua dan redup Ilmu dan peradaban takkan sampai Kepada asal mula setiap jiwa kembali
Maka sembahyang adalah kehidupan ini sendiri Pergi sejauh-jauhnya agar sampai kembali
Badan di peras jiwa dipompa tak terkira-kira Kalau diri pecah terbelah, sujud mengutuhkannya
Badan di peras jiwa dipompa tak terkira-kira Kalau diri pecah terbelah, sujud mengutuhkannya
Sembahyang di atas sajadah cahaya melangkah perlahan-lahan ke rumah rahasia Rumah
yang tak ada ruang tak ada waktunya
Yang
tak bisa dikisahkan kepada siapapun
Oleh-olehmu dari sembahyang adalah sinar wajah Pancaran yang tak terumuskan oleh ilmu fisika Hatimu sabar mulia, kaki seteguh batu karang
Dadamu mencakrawala, seluas 'arasy sembilan puluh sembilan
Dadamu mencakrawala, seluas 'arasy sembilan puluh sembilan
Terimakasih
Puisi karya : Mohd Sarizal
No comments:
Post a Comment